a Blog of a Working Mom
Update ke-3 ini tidak menggembirakan, bahkan menyedihkan
Gimana nggak sedih, sudah berhasil turun 3kg selama 2 minggu kemarin, pas lebaran di Yogya -rumah mertua-, makannya kelas berat semua : ketupat, opor, sambel goreng ati, sambel goreng krecek, sup iga. Ngeri gak tuh
Alhasil, waktu sampai di rumah tercinta lagi, berat badan kembali ke bentuk semula alias naik 3kg
Alhamdulillah, saat ini sudah mulai menurun lagi karena banyak kesibukan sebagai ibu rumah tangga plus wanita kantoran. Capek tapi asyik, tidur makin pules meskipun kadang spaneng juga pas si kecil agak susah diajak ngatur waktu, mmm…aku harus cari trik dulu nih
BTW, sekarang lagi butuh pembantu baru buat nemenin anak pulang sekolah, semoga segera dapat dan orangnya baik dan cocok dengan kami, terutama si kecilku.
Tulisan ini adalah email dari seorang teman SMA yang lagi tinggal di Australia. Dia juga mungkin dapet dari email temannya lagi kali ya??? Tapi no problemo, yang penting isinya bagus buat dibaca dan diambil pelajarannya
*****
Cerita dari seorang mahasiswi di Jerman
———— ———
Saya adalah ibu dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.
Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.
Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami
bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada
menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat,
ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri
lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot
matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima ‘kehadirannya’ ditempat itu.
Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang
disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya,
dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang
memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari
bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah
“penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian
itu kini hanya tinggal saya bersama mereka, dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di
depan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan
kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu
cangkir Nona.” Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil
mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya,
yang hampir semuanya sedang mengamati mereka..
Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga
sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.
Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan
apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar
pesanan saya) dalam nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu
untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan
tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”
Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.”
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata “Sesungguhnya
bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.”
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil
terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-2ku! ” Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.
Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran
dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk
sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami.
Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap “Tanganmu ini telah
memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat
saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan
tadi kepada kami.”
Saya hanya bisa berucap “terimakasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan
restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’
yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu
melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali
apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini ditangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia
meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun
mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara
dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang
hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung,
sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk
saya untuk mengungkapkan perasaan harunya..
Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah
satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya . “Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan
mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: “PENERIMAAN TANPA SYARAT.”
Apakah mata anda sudah berkaca-kaca ???
Ooopsss hampir aja lupa mo update perkembangan programku, bisa-bisa lupa deh karena udah mau mudik, kalo mudik kayanya gak akan sempet nge-blog deh
Alhamdulillah program sudah berjalan sekitar 2 mingguan ini, dah hasilnya hiks hiks tidak begitu banyak berat badan terbuang huuuhuuuhuuuu …sekitar 1kg saja. Padahal udah mau habis
Tapiiii karena ada hasilnya, meskipun dikit —-2 minggu ini total ya 3kg an ya—- ya udah gakpapa deh kita lanjuti aja. Tetap semangat !!!
Tapi ada Lesson learned nya sih kayanya, karena masih shaum jadi kalo sahur dan buka suka kebanyakan minuman manis dan dingin, biasanya aku jarang banget di rumah minum minuman manis, kecuali kalo lagi *andok itupun pilih minuman yang hangat (pada dasarnya aku lebih suka air putih sih yang suhunya sedang)
Ngomong-ngomong tentang andok, selain menghindari minuman dingin biasanya aku prefer minuman teh botol, kalo gak frestea ya sosro [bukan iklan lho]. Rasanya lebih save aja karena pastinya proses pembuatannya lebih higienis [semoga] dan juga aku paling menghindari pake es batu kecuali di rumah kalo terpaksa, karena udah yakin pake aqua [bukan iklan juga]
Yaa gimana, kita gak pernah tau air untuk es batu itu dibuat pake air apa dan darimana. Malah aku pernah dapat info, ada perusahaan air di daerah Kebraon (pinggir jalan, pinggir sungai) yang ambil air dari sungai dibelakangnya itu…yg warnanya aja gak jelas, trus diproses pake tawas (penjernih air), dimasukkan ke tangki air (fresh water katanya, padahal setahuku fresh water artinya air putih siap minum). Pipa-pipa besar tempat air mengalir, terlihat udah banyak karat hiiiiiiii…. jangan-jangan airnya dipake buat bikin es batunya waaaa emooohhhh rek
Selain itu, ada penelitian di Florida selatan oleh anak usia 12 tahun bernama Jasmine Roberts, dia membandingkan es batu dengan sample air di toilet dari 5 restoran siap saji. Dan hasilnya
menyatakan bahwa es batu tersebut dinilai lebih kotor dari air toilet karena mesin es batunya tidak bersih dan orang sering menggunakan tangan yang kotor untuk mengambil es, sehingga menyebabkan es batu tidak steril dari kuman. Sedangkan air toilet dinilai lebih bersih karena berasal dari sumber air yang telah melalui proses penyaringan
sumber :salah satu blog yang membahas ini , lama sebelumnya udah pernah terima email dan baca di web lain juga sih
Ohh my God … semoga kesehatan dan keselamatan selalu diberikan kepada kami, aamiinn
* andok = makan di warung / beli makan dan dimakan di tempat itu
Seperti diary, aku akan coba update perkembangan programku disini
Besok kayanya tepat 1 minggu aku mulai coba diet lagi, dan hari ini alhamdulillah udah mulai terlihat hasilnya di timbangan heuheuheu
Meskipun kalo pake celana masih belum terasa perbedaan yang signifikan, tapi di timbangan udah terlihat turun 2kg. Mungkin 2kg buatku gak terlihat bedanya, soale kan daku lumayan tinggi
Gitu deh updatenya, sampai jumpa minggu depan, semoga lebih sukses lagi yah
Ramadhan bulan yang penuh berkah dan pahala, karena ibadah yang dikerjakan di Ramadhan katanya akan diganjar pahala 10X lebih dibandingkan hari lain. Sehingga momment ini biasanya digunakan untuk membayar zakat bagi para umat muslim.
Seperti yang terjadi di Pasuruan kemarin, seorang pengusaha kaya raya, menggelar acara pembagian zakat kepada para fakir miskin. Selain mengumumkan dari mulut-ke-telinga, aku baca di koran, beliau juga mengumumkan lewat radio FM di kota itu.
Dari indopos.co.id:
Undangan bagi-bagi duit di tengah ekonomi sulit seperti sekarang itu kontan menarik ribuan orang untuk datang. Apalagi, jumlah yang dibagikan tahun ini lebih besar daripada tahun lalu yang hanya Rp 25 ribu. Umumnya warga mendengar adanya pembagian uang Syaikhon itu dari mulut ke mulut. Sebagian menguping siaran Radio FM Ramapati Pasuruan. ”Sedekah itu juga diumumkan di radio,” ungkap salah seorang warga.
Selain itu ada wartawan yang meliput kegiatan amalnya tersebut. Hiks menyedihkan sekali, 21 orang wanita yang sebagian sudah sepuh kehabisan nafas, pingsan dan terinjak-injak, dan akhirnya meninggal dunia. Innalillahi wa innailaihi roji’un
Ya sudah, semua sudah terjadi dan ini harus menjadi pelajaran bagi semua umat muslim dimanapun berada, untuk melakukan ibadahnya dengan benar, perhitungkan manfaat dan mudharatnya.
Berikut beberapa komentar dari detik dan indopos :
Ketua FPKS DPR RI, Mahfud Sidik
Ketua FKB Effendi Choirie
Walikota Pasuruan Aminurrochman
Ketua Komisi VIII DPR Hazrul Azwar
Ketua Umum Baznas Didin Hafidhudin
Menteri Agama (Menag) maftuh Basyuni
Kapolri Jenderal Sutanto
Kalo komentar dari aku sendiri, intinya setuju banget dengan komentar diatas. Dengan tambahan 1 point lagi, adalah hal yang sangat urgent untuk memperbaiki mental masyarakat kita, yaitu meningkatkan harga diri mereka. Dari yang seneng banget menerima, ikut antre pembagian apapun, dan meminta-minta, seharusnya mulai diupayakan untuk menjadi masyarakat yang memiliki harga diri, ulet dan malu untuk meminta-minta kecuali kepada Allah.
Teringat cerita seorang bapak tua, aku lupa namanya, yang membuat aku merinding. Beliau termasuk dalam daftar orang miskin yang berhak menerima bantuan BLT, tapi beliau tidak mau mengambilnya karena merasa masih mampu makan tanpa meminta-minta. Padahal kalo dilihat kondisinya amat sangat memprihatinkan. Tapi semangat beliau dalam menjaga harga diri, sangat menginspirasiku untuk tidak kalah dalam hal tersebut. Thanks pak, semoga semua itu dilakukan dengan ikhlas, lillahi ta’ala.
Semoga kita bisa membaca semua hikmah dari kejadian ini, dan menjadikannya sebuah pelajaran yang amat sangat berharga, terutama dalam hal beribadah
Akhirnya, dimulai juga diet kita, semoga diberi kekuatan dan keberhasilan
Ternyata caranya gak susah kok artinya nggak ngerepotin dan gak ngeberatin, kita hanya harus minum produknya pas perut kosong sebelum tidur malam hari, ya sekitar 2jam setelah makan
Nah kalo pas puasa gini, aku coba berbuka dan terakhir makan sekitar jam 7an malam, habis itu kan taraweh ke masjid, kalo haus boleh minum air putih. Jam 9-10an pas mau tidur aku buat dulu minumannya. Glek glek glek, trus tunggu bebrapa saat, biar dia turun dulu, baru deh tidur
Oya rasanya enak kok gak eneg. Tadinya aku ngebayangin bakalan eneg minum susunya. Tapi ternyata bentuknya gak kaya susu. Mirip-mirip sama adem sari gitu lho….seger, apalagi kalo buatnya pake air es mmm
Aku update perkembangannya ya. Start berat badanku X kg, insyaAllah kalo gak lupa update dan gak lupa password blog ini, aku akan update hasilnya tiap minggu. Semoga berhasil.
Semangat!!!
( <— Kalo yang ini Sejuk dimata)
Kemarin pas surfing, mampir di sebuah blog (maaf lupa banget namanya), terjemah ayat Qur’an yang ditampilkan secara random dan berganti setiap direfresh. Ihh pengen juga deh punya…
Ya udah kita pun mencari sumbernya, dan jadilah seperti disamping (ngelirik ke kanan dikit keliatan tuh, bagus yah?)
Semoga bermanfaat buat yang membuat (thanks alot, semoga pahala mengalir pada anda), yang blognya takjunjungi kemarin, dan buat kita semua yang sempat membacanya, aamiinnn
(Lukisan anakku waktu kelas 1SD, pake crayon+minyak kayu putih diatas kanvas, belum dibingkai. Gak ada hubungan dengan tulisan dibawah, cuma pengen majang aja)
Ternyata berat juga kalo libur, puasa, tapi belum punya jadwal kegiatan, jadinya agak-agak sedikit membosankan. Biasanya kalo ngantor, di kantor sudah pasti sibuknya, ndak terasa tau-tau saatnya pulang tiba
Hari ini, Minggu, si kecil udah punya jadwal main dengan teman-temannya, wah alamat sepi deh di rumah. Si ayah lagi nungguin tukang poles mobil yang dipromosiin pak Nelson, tetangga agak baru kita. Lumayan deh mobilnya kinclong lagi hanya dengan Rp 140.000, dan asyiknya luar dalam bersih deh. Tapi listrik dan air dari kita. Entah kalo di salon habis brapa, seingatku terakhir (tahun brapa ya? lupa), moles di Oops cuma Rp 75.000. Tapi ya maklum lah, kan inflasi sudah brapa % sekarang. Oya dia mau ngelayani panggilan tapi minimal 2 mobil, makanya pak Nelson ngajakin kita.
Tadi aku coba ngisi waktu dengan ngobrol sama adekku dan telewicara sama Ibu untuk membahas persiapan weddingnya. Tadi sih masih ngitung-itung perkiraan acara dan biaya yang timbul. Trus juga ngatur layout ruangan, secara kita pengennya saat acara makan tamu laki-laki dan perempuan jangan berbaur (habis tamu laki suka ngabisin jatah sih, kasihan tamu perempuan xixixixi ;)). Alhamdulillah semua bisa setuju dan sevisi
Habis itu, aku coba browsing nyari ide undangan dan suvenir. Mmmm Google memang kaya Salesman deh, dia bisa nyarikan apa aja yang kita butuhkan, siiippp. Banyak banget ide dan contoh-contoh di internet yang bisa dicontek. Tapi disisi lain, jadi pusing menentukan yang mana
Habis itu apalagi ya? Yang moles gak selesai-selesai. Kata si Ayah waktunya 4jam wuiiihh lama amat yak. Kalo dari jam 9 paling ya selesai jam 1an, gitu katanya
Akhirnya aku punya ide, ngurusin rambut ajah, asyiiiikk ada kesibukan lagi. Ya udah aku ambil perlengkapan dan masak air untuk penghangatnya (kan gak punya steamer kaya di salon, pake handuk hangat pun jadi). Asyik juga ternyata … .
Bahan yang diperlukan :
1. Shampoo dan air secukupnya untuk keramas
2. Cream creambath atau bahan alami lain (alpukat, santan, lidah buaya dll)
3. Handuk kecil, cukup untuk menutup seluruh bagian kepala dan rambut (wajahnya gak perlu ditutup, nanti kaya mummy)
4. Panci & kompor untuk masak air
5. Ember & gayung
Gini caranya :
1. Pertama masak air satu panci (air PAM aja, kalo pake Aqua kan sayang :D), eh tapi kalo di rumah ada saluran air panas ya gak perlu ding ya (kalo di Surabaya, perangkat itu kurang populer karena udara sudah panaass ;))
2. Trus sambil nunggu airnya panas, kita keramas dulu pake shampoo sampe bersih
3. Pas selesai keramas, airnya dah panas, ambil dan taruh di ember, jangan lupa matikan kompornya, tambah air biasa dikit masukkan handuknya, rendam dulu
4. Lakukan creambath dengan krim yang udah dibeli atau dibuat sendiri dari kulit kepala sampai ujung rambut. Jangan lupa kulit kepala dipijat-pijat ya…sampe rata deh pokokna
5. Ambil Handuk, diperas trus ditutupin di kepala seperti kalo habis keramas gitu deh, tunggu 10-15 menit, sambil nunggu boleh mandi, buat yang belum mandi, ato potong kuku atau ngerendam kaki pake air garam sambil digosok-gosok
6. Kalo udah 10-15 menit, air panas di ember biasanya sih udah anget, nah ini kita pake untuk ngebilas
7. Habis itu keramas pake air biasa
8. Selesai deh, kepala rasanya enteng, rambutnya halus sehat bercahaya (kaya iklan)
Ya udah, gitu deh
Sebenernya gak enaknya ngerjakan sendiri itu, pegel pas mijit-mijit kepala. Bedain deh rasanya gimana dibanding di salon, duduk manis sambil ngantuk-ngantuk, dipijitin mbak-mbak kapsternya mmmm nyaman banget
Tapi ya gimana, di daerah sini belum ada salon khusus wanita yang private kaya di Bandung dulu (I Love Bandung, miss U, eh Ibu Mertua lagi jalan-jalan di Bandung nih, jangan lupa oleh-oleh buat menantu tercinta ini ya Bu ;)).
Kalo udah merasa kesulitan gini, ide bisnisnya jadi keluar deh….belum ada salon khusus wanita, kenapa gak kita buat ajah??? Ayoo sapa yang mau kerjasama? Harusnya sih di daerah sini bisa laku deh. Banyak perumahan, sekolah Islam yang ibu-ibunya bisa jadi target konsumen, ada kampus negeri yang mahasiswinya juga bisa digaet, dan yang terpenting lagi belum ada salon sejenis. Mari kita pikirkan bersama.
Sedang berfikir …. tunggu ya
wah…belum ada kabar juga, piye to iki mbak?
ya wis kita lupakan sementara program ini, sampai ada kabar lagi dari si mbak…
hari ini kegiatannya nganter pesanan baju via ekspedisi yang murah meriah di daerah Semut, lumayan buat hiburan dan mengisi waktu luang. Alhamdulillah jalanan lancar, mungkin orang-orang pada males keluar rumah, soale panas….Beruntung tadi gak jadi lewat tol, exit dupak kayanya merambat. Lewat bawah malah lebih lancar ![]()
Alhamdulillah barang dagangan baru jadi langsung ludes lagi, ndak sempat mampir ke rak dulu
semoga berkah aaminn
Oyaa, kemarin pagi yang panas, kita foto-foto di kantor, di depan kantor tepatnya. Ceritanya untuk kenang-kenangan boss besar yang mau pindah ke Singapore. Udah panas malah pada becanda-becanda terus, jadinya lama deh selesainya. Kayanya udah pada gak tahan, difotonya pada ‘ngriyip’ kepanasan hihihihi.
Jreng jreng …setelah fotonya dishare via email, hihihihi, ternyata hasilnya tidak ada yang matanya terbuka lebar :D. Trus yang menyedihkan, aku melihat diriku laiinnn banget sama waktu gadis dulu (ya elah, tentu saja tante). sangat berisi. Dengan pipi chubby kaya buah kesemek, nyempluk banget deh hehehe
Padahal shaum 5 hari kemarin berat badan turun dikiiiiiiit deh…tapi ya gak kelihatan, soalnya sebelum ramadhan udah naik duluan, kaya harga sembako menjelang lebaran, hiks.
Akhirnya aku coba cari-cari sumber lain yang menyediakan produk yang aku cari di si mbak kemarin. Eh ada, tapi di yogya. Gakpapa deh, kan via internet semua terasa dekat (kaya iklan aja :D)
Ya udah aku coba menghubungi via email dan segera dibalas olehnya, aneh harganya lebih murah dikit, padahal udah free biaya pengiriman lho. Aku masih nunggu no rekening dia nih.
Hari pertama shaum Ramadhan, semoga lancar dan amal ibadahh yang lain juga diterima Allah amin
Pagi aku sms temenku yang nawari produk itu, ” mbak kapan diantarnya, jadi hari ini nggak?”
Jawabnya, ” maap sik mbak, ini barangnya belum ada, tapi aku udah indenkan kok, aku udah bayar di depan, pokoke nanti dikabari wis”.
Ya baiklah, aku akan menunggunya lagi. Ujian kesabaran …
Btw, di kantor ada yang nyebelin. Sebuah program yang running dengan kesepakatan bersama dan demi kebaikan perusahaan, tiba-tiba dibubarkan begitu saja. Tanpa ada informasi apa-apa. Tanpa persetujuan dari aku yang telah berusaha meng-create nya. Udah gitu orangnya gak masuk pula hari ini
Tidak jelas siapa yang merasa keberatan, tapi pada awal setup kan semua sudah duduk bersama dan setuju, kenapa jadi begini sih? Apa gak bisa diskusi? Kenapa nyari waktu pas kita gak di kantor (seminggu kemarin aku training) apa ini sengaja? Fine …
Oooppss sabar sabar buk, mungkin ini ujian kesabaran pas shaum Ramadhan ini
Blog sharing tentang keluarga, pekerjaan, pengalaman hidup, pendidikan, kehidupan, pertemanan, persahabatan, bisnis, ide, joke, curahan hati, cita-cita & angan-angan, catatan perjalanan, gossipshow, hobby, resep masakan, wisata kuliner, dll.